Musik Perkusi Kontemporer
May 14, 2009
Perkusi Kontemporer ; Improvisasi baru bermusik
Alunan musik bertalu – talu. Gemuruh rebana, ketukan kenong dan
gamelan bernada pentatonis, arumba dan bambu – bambu yang dirangkai
menjadi suatu nada diatonis disatupadukan menjadi kesatuan musik. Apakah
harmonisasi itu bernama perkusi?
Berikut tadi adalah deskripsi musik perkusi kontemporer yang dewasa
ini mulai menjamur di kalangan masyarakat. Perkusi menyajikan citarasa
yang berbeda dalam permainan musik. Eksplorasi dari musik perkusi ini
berasal dari komposisi alat musik yang asalnya biasa saja menjadi sebuah
harmonisasi seni yang sangat luar biasa. Harmonisasi dari berbagai
macam karakter alat musik yang berbeda inilah yang menjadikan perkusi
semakin hidup dan kaya akan warna. Tak diragukan lagi bahwa musik
perkusi berhasil melahirkan
masterpiece baru dalam ranah seni musik dan budaya bangsa Indonesia.
Indonesia adalah negeri yang kaya akan keanekaragaman suku dan
budaya. Keberagaman ini menimbulkan variasi budaya yang beragam pula
seperti dialek, kuliner, pakaian adat dan juga kesenian daerah. Kekayaan
budaya ini adalah
starting point untuk mengkawinkan musik
perkusi dengan suatu budaya yang merupakan bentuk jati diri dari daerah
lokal. Unsur keberagaman merupakan kekuatan perkusi kontemporer dalam
bersaing dengan musik lain di masyarakat. Perkawinan atau
pengkolaborasian pasti akan melahirkan komposisi musik yang tentunya
menjadi suatu semangat kolektif untuk Indonesia.
Perkusi merupakan musik yang mampu memiliki segmentasi pasar dari
segala golongan tanpa peduli status sosial, bukan seperti musik jazz,
rock, R&B atau musik lain yang penikmatnya identik dari satu jenis
golongan. Hal ini terbukti karena kita tidak perlu merogoh kocek dalam
demi menonton
performing art perkusi. Umumnya musik penyuguhan
musik ini bahkan tak memungut biaya kontribusi. Namun, murahnya musik
perkusi tak lantas mengurangi kualitas musik didalamnya. Spirit
berkesenian yang murah dan berkualitas sangat cocok untuk masyarakat
kita yang saat ini sedang mengalami krisis multidimensi.
Perkusi berasal dari istilah Latin
percussio (memukul) dan
percussus (kata
benda yang berarti “pukulan”). Alat musik perkusi (disebut pula alat
musik pukul atau tabuh) adalah alat musik yang menghasilkan suara dengan
dipukul, ditabuh, digoyang, digosok, atau tindakan lain yang membuat
objek bergetar dengan suatu alat, tongkat, maupun dengan tangan kosong.
Pada tahun 1960 musik perkusi sudah mulai dikenal bangsa barat dengan
menggunakan instrument yang seadanya. Kemudian pada tahun 1970 musik
perkusi merambah negara kita. Pada waktu itu musik perkusi diperkenalkan
oleh sekelompok seniman dari Akademi Seni Karawitan Indonesia ASKI
yang beranggotakan Rahayu Supanggah, Astanto dan AL Suwardi ke Jakarta.
Dengan canggihnya kemajuan informasi dan komunikasi membuat musik ini
begitu cepat tersebar sampai kepelosok negeri. Dan saat ini musik ini
pun telah menggeliat diberbagai daerah di Indonesia.
Pada awlanya instrument perkusi hanya digunakan sebagai rhytme atau
pelengkap dalam sebuah klimaks musik. Eksistensi perkusi telah ada
sebelum instrument musik lain seperti gitar, piano, maka sebenarnya
perkusi begitu akrab dengan kita. Seiring dengan pangsa pasar musik yang
tak pernah berhenti untuk dieksplorasi perkusi menemukan ruang sendiri
dan bukan untuk menjadi pelengkap. Perkusi merupakan ensamble instrument
yang paling utama.
Akulturasi Perkusi
Tak terbatasnya alat musik yang digunakan dalam
perkusi ini membuat seniman – seniman mencoba mengkolaborasikannya
dengan gamelan yang merupakan ciri khas dari daerah tertentu. Hal ini
sah – sah saja mengingat perkusi merupakan musik umum dan tak ada
ketetapan untuk mengatur segala hal di dalamnya. Adanya kolaborasi musik
perkusi dengan gamelan setempat malah memberikan perpaduan yang sangat
indah. Hal tersebut juga dapat digunakan sebagai stimulant agar musik
perkusi lebih dapat diterima oleh berbagai kalangan masyarakat di tanah
air.
Sebenarnya perkusi dan gamelan setempat memiliki keintiman sama
sebagai instrumen musik yang dapat dengan mudah dimainkan. Instrument
musik tradisional yang biasanya dikolaborasikan adalah gambang kromong,
gamelan, kulintang, konga, angklung, sasando rote dan yang lainnya.
Etnisitas perkusi menimbulkan suasana yang unik dalam genre musik ini.
Boleh dikatakan unsur dari perkusi berangkat dari suatu musik tradisi
dan menyatukan tradisi untuk menjadi satu musik baru yang dapat diterima
oleh tradisi mana pun.
Tak perlu dipungkiri bahwa proses akulturasi dalam musik perkusi menjadikan suatu
masterpiece
yang indah. Pemanfaatan musik tradisional yang diusung oleh para musisi
lewat budaya daerah yang berbeda menambah tingginya musikalitas
perkusi. Improvisasi yang digunakan oleh para musisi yang mengolah
perkusi dengan instrument musik lokal merupakan bentuk kecintaan
terhadap musik dan budaya. Disatu sisi ada keliaran, tapi segala
keliaran tetap menghasilkan harmoni yang asyik. Kebebasan dan keliaran
tiap musisi, patuh pada satu kesepakatan, saling menghargai kebebasan
dan keliaran masing-masing musisi sekaligus menemukan harmoni dan
mencapai tujuannya, yakni kepuasan diri musisinya dan kepuasan
pendengarnya.
Akulturasi maupun etnisitas dari musik dan budaya melalui perkusi
kontemporer yang diusung para musisi memiliki tujuan yang sangat
mendasar yaitu membuat masyarakat kembali mencintai khazanah budaya
lokal yang mulai luntur dan pudar.
Perkusi Kontemporer
Keinginan untuk selalu memberikan yang terbaik kepada masyarakat
adalah alasan timbulnya variasi baru perkusi. Mengingat bahwa perkusi
merupakan musik yang benar – benar berbeda dengan musik lain, para
musisi mencoba mengkomposisikan instrument lain dalam rangka mencari
nafas baru agar tidak konvensional dan lebih
up to date.
Adalah perkusi kontemporer varian baru yang merupakan hasil kreasi
seniman musik dalam menciptakan jenis aliran perkusi dengan atmosfer
modern. Perkusi kontemporer mencoba memanfaatkan alat – alat yang
bahkan tidak dikategorikan instrument musik seperti alat – alat rumah
tangga ; panci, botol, plastik, kentongan, bambu dan lain – lain. Namun
penambahan komposisi alat musik tersebut tidak mampu mengurangi citarasa
indahnya perkusi jika diracik dengan baik.
Penguasaan terhadap musik klasik ataupun musik modern tidak begitu
diperlukan dalam perkusi kontemporer. Kunci dalam permainan perkusi
adalah penghayatan dalam mengapresiasikannya. Dengan adanya penghayatan
maka musisi dapat menciptakan kenyamanan dalam bermusik dan akan
melahirkan energi kenyamanan yang nantinya dapat tersalurkan oleh para
pendengar ataupun para penikmat musik.
Dewasa ini perkembangan perkusi kontemporer terus meningkat seiring
dengan perkembangan musik tanah air. Hal ini dibuktikan dengan
menjamurnya konser – konser atau festifal yang menyajikan penampilan
perkusi kontemporer. Konser musik ini tak hanya pertunjukan di tanah
air, musik perkusi kontemporer pun berani berunjuk gigi di festival
musik berskala internasional.
Walhasil musikalitas perkusi kontemporer baik berangkat dari
improvisasi akulturasi budaya benar-benar sangat tinggi. Semoga
pelestarian akan musik perkusi di Indonesia ini terus berlangsung dan
berkembang secara terus menerus dan dapat menjadikan spirit baru untuk
mencintai budaya Indonesia.